Arsip Bulanan: Maret 2011

Duo Detektif Memburu Fakta


1
Malam dingin. Langkah kaki Kasno Paing bergegas melewati tikungan, melewati warung hik yang masih terdengar celoteh mesum para pelanggannya. Seekor kirik mengendus langkah kaki kasno paing yang memang ketika berangkat dari rumah sempat menginjak kotoran kucing. Akhirnya ia sampai di depan rumah Slamet Bodong. Sebentar Kasno Paing celingak-celinguk ke belakang seperti memastikan sesuatu.

Ketukan pintu tiga kali dan salam Kasno Paing ala The Three Musketer. “One for all. All for one!”

Tak lama pintu rumah Slamet Bodong terbuka. Kasno Paing buru-buru masuk ke dalam. Sang tuan rumah masih memakai atasan singlet rider putih dan sarung kotak-kotak cap gajah beranak sambil menghisap rokok!

Mereka menuju ke ruang tengah. “Tidak ada yang mengikuti.”

“Kurasa tidak ada, kecuali kirik bunting dekat tikungan warung hik itu?”

“Kita harus berhati-hati sejak sekarang. Kemarin aku sempat melihat seorang menyaru pemulung mengendus-ngendus tempat sampah depan rumahku.”

Kasno Paing mengernyit, tak tahu hubungannya apa. “Terus apa saja yang kita perlukan untuk penyelidikan ini?” ujar Kasno Paing kedengaran tak sabar. “Menurutku sumber keterangan dan saksi sudah jelas menunjuk pada sopir angkot dan tukang ojek. Mengapa kita tidak satroni langsung mereka? Biasanya ini kan yang dimau para tukang baca naskah dan juri? Langsung terjadi action gebak gebuk?”
Lanjutkan membaca

That’s The Story

Lelaki tak pernah tidur pada hatinya ketika mencintai seorang perempuan. Bahkan malam pun ia akan berselimut gelisah berharap akan segera terjaga bersama matahari terbit. Siklus tidurnya rusuh. Peri-peri tidurpun akan kerepotan untuk menenangkan dirinya. Berapa banyak lulabis dilantunkan mereka tapi tak membuat para lelaki itu rebah dalam lelapnya tidur.
Lanjutkan membaca