Arsip Bulanan: April 2011

DO’A YANG DITOLAK DAN HATI YANG MEMBUAT DO’A KITA TERTOLAK.


Barangkali kita sering menyeru (berdoa) kepada Tuhan Pencipta agar hajat hidup kita terpenuhi. Saya yakin semua orang (mengaku beriman) pasti melakukannya. Yang sakit minta diberi kesembuhan, yang sehat minta diberi kelanggengan dan kemakmuran. Yang sedikit harta minta dicukupkan hartanya. Yang kaya minta agar hartanya bisa bermanfaat. Semua orang dan mengakui sebagai hamba Allah, yang pasti akan selalu merasa kurang, pasti akan menyeru tiada yang lain kecuali sang penciptaNya.

Namun barangkali juga tidak setiap do’a itu dikabulkan. Kadangkala ditangguhkan, bahkan ditolak. Mengenai doa yang ditolak ini, ada sebuah atsar yang bisa memberikan kita sedikit pencerahan.

Syaqiq Al-Balkhi berkata, “Suatu saat Ibrahim bin Adham berjalan di pasar Basrah, maka orang yang mengetahui kedatangannya berkumpul mengerumuni hendak meminta hikmah. Di antara mereka ada yang bertanya tentang firman Allah

اُدْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ *

“Berdoalah kepada-Ku, niscaya Aku akan mengabulkan do’a kalian.”

Orang yang bertanya itu selanjutnya berkata, “Padahal kami sudah sering berdo’a, nyatanya Allah tetap tidak mengabulkan do’a kami.”
Lanjutkan membaca

Yumi… koleksi buku baru nih..

Hari yang menyenangkan..
Dapat hadiah dari Pakdhe Cholik… kumcer Jenar Mahesa Ayu (1 perempuan 14 laki-laki)…
Dan obral buku murah (yang ini tambah menyenangkan lagi)…bayangkan Kerygma & Martyria Remy Sylado setebal seribu halaman hanya 15 ribu rupiah.. dan satunya adalah novel tom clancy… juga lima belas ribu di Gramedia Slamet Riyadi, Solo.. 😀

Jangan tanya kapan selesai saya baca semua buku ini…
untuk sementara masih di meja dan sesekali saya menengoknya…
Dan sekarang saya sedang jatuh cinta dengan puisi setelah membaca puisi Kerygma & Martyria

Mukadimah
menjadi penyair berpercaya
banyak yang terpanggil
sedikit yang terpilih
kusebut diriku
pesyair.

Zaman Azab

zamanku di penuhi azab
roh terkilir dalam perjalanan ke surga
diganggu hasrat mencintai serba bendawi

apa perlu memakai zirah
agar muka terlindung pencemaran dusta
diwaktu berbaris maju mengalahkan sesatan?
dunia telah membusuk dan terus-terusan busuk
adakah sungai-sungai yang mau membawaynya hanyut
jauh dari mata jauh dari hidung jauh dari rasa?

ini agaknya baris-baris kenyataan kina
lebih berkesan mati sebagai perkutut piaraan
ketimbang mati sebagai orang yang pernah berjasa
ya, matilah dalam kemuliaan digorok Belanda
ketimbang mati pelan-pelan disiksa sesama

tak kudu sesalkan azab dalam zamanku
setiap zaman ada algojo ada bajingan
terus saja bangun walau di dalam tidur
jangan terjadi bentang jalanan yang berjalan
dan semua berdiri menganga ditinggalkan jalannya
lihat, betapa jarum jam tak letih memutari angka
apa dibiarkan zindik tersesat dalam putarannya ?
aku tampil dan menentukan pilihan untuk jadi garam

menyanyilah nyaring, nyanyikan lagu pengharapan
menyanyilah nyaring, kalahkan gemuruh gelombang
sembuhkan sakit melalui larik-larik puisi kasih
laporkan dalam zikir, dia mendengar dan melihat.

Kabar Baik Atau Kabar Buruk Duluan ?

Apa yang ingin anda (dan saya) ingin dengar lebih dulu?

Kabar baik dulu atau kabar buruk dulu?

Kabar baik mungkin. Karena setelah itu kita bisa bersiap-siap atau pura-pura mendengar kabar buruk selanjutnya.

Atau malah kabar buruk dulu, agar setelah itu kita bisa tersenyum, tertawa melupakan rasa pahit yang kita kecap sebelumnya.

Hanya saja kita tahu bahwa kabar baik dan buruk datang pada kita silih berganti. Kadangkala datang dari keluarga kita, tapi juga kadang kala sahabat-sahabat kita.

Islam mengajarkan bagaimana kita menjadi orang pertengahan (moderat). Tidak lepas kendali ketika mendapat kesenangan ataupun menjadi hilang kendali ketika mendapat berita buruk (musibah).

Baiklah, saya mencoba mengawalinya dengan kabar baik. Bukan apa-apa. Ini masalah prioritas saja. Sekaligus permohonan maaf, karena baru upadate blog saya, padahal saya baru saja kejatuhan duren (menang kontes kecubung tiga warna).

Sekali lagi, saya bersyukur kepada Allah telah memberikan kabar baik ini. Tidak lupa terima kasih saya kepada sohib-sohib blog (Sedjatee dan Curusetra). Tanpa kalian, Atmo Kanjeng bukan siapa-siapa. Harapan saya semoga saya bukan orang yang lepas kendali atau malah pusing kejatuhan duren itu. Lanjutkan membaca