Arsip Bulanan: Juli 2012

Nominator Inspirasi Galaxy Cinta Tahap 1 Part 2 (revisi)

Info dari diva press lomba cerpen berhadiah samsung Galaxy

Berikut adalah judul-judul yang masuk seleksi Tahap 1 Part 2. Bagi yang cerpennya belum tercantum pada Part 1 maupun 2, masih ada Part 3 yang akan segera diumumkan sebelum memasuki penjurian Tahap 2.
1. Angin, Mawar, dan Pohon Jambu Air
2. Awal dari Akhir Cerita
3. Bangku di Sebelah Andasie
4. Beyond His Hand
5. Biografi Sepasang Gerimis
6. Catatan Nana
7. Catatan Yang Tertinggal (Pada Sebatang Rokok)
8. Dalam Perjalanan
9. Die Blume fur Ambar
10. Drupadi Pergi
11. Dua Raga Dua Kepala Satu Rupa
12. Equivalent Trade
13. Espresso
14. Gadis Kecil
15. Gadis Sejuta Payung
16. Into the Light
17. Irama Hati Amanda
18. Jalan Pulang (Linda)
19. Jalarambang
20. Jam 11
21. Kisah Pria Pewaris Cinta
22. Klayar
23. Koin Perubahan
24. Koran dan Penarik Becak
25. Koruptor Cantik dan Teroris
26. Kubur Ibuku
27. Kue Cucur Adi
28. Lagu Sendu
29. Layar Kehidupan
30. Lucid Dreaming (Ihsan)
31. Malaikat dalam Hening
32. Malaikat Kiriman Ayah
33. Marianan
34. Mas Ijo dan Tuan Kecilnya
35. Pemulung jadi Jutawan
36. Penantian Cinta sang Lebah
37. Pengrajin Batik dari Kemplong
38. Penjaga Bunga di Hatiku
39. Perempuan Muda dan Kedai Kopi Baca
40. Puff, Naga Ajaib
41. Puisi Terakhir
42. Rumah Nano-Nano
43. Rumah Tua Ibuku
44. Sekerat Rindu dari Maluku
45. Tanda Cinta dari Biskuit Tercelup Susu
46. The Sixth Place
47. Tidak untuk Dijual Lanjutkan membaca

Manusia-manusia Egois

Bulan ini adalah bulan Ramadan, bulan yang penuh berkah. Aku berupaya megajak keluargaku untuk beribadah secara ikhlas kepada Allah.
Namun dakwah kepada keluarga pun tidak gampang. Terutama kakekku yang kukuh memegang kepercayaan ritualnya. Di hari-hari tertentu ia mem¬bawa sesaji dan kembang tu¬juh rupa yang ia taruh di ba¬wah pohon beringin putih yang terletak di kebun kami. Aku se¬¬ring menasihati ka¬kek agar meng¬¬hen¬tikan kemusrikan yang ia lakukan. Ta¬pi, kakek tetap sa¬ja bergeming. Ia me¬nganggap apa yang ia lakukan itu baik dan bi¬sa mendekatkan diri kepada Sang Pen¬cipta.

Aku tak bisa me¬maksa apa yang ka¬kek lakukan. Se¬mentara ayah¬ku, ada¬lah seorang yang di¬be¬¬sarkan dengan pen¬didikan tek¬nik modern, ia pikir yang harus dilakukan di zaman ini adalah be¬kerja dan bekerja un¬tuk mencu¬kupi kebutuhan keluarga. Ayah menganggap apa yang dilakukan kakek adalah per¬buatan bodoh dan tidak ra¬sional.

Aku sendiri berharap semua per¬bedaan ini tidak akan me¬run¬cing pada pertengkaran, ka¬rena aku percaya lebih banyak hal yang menyatukan daripada me¬mi¬sahkan kita.

Namun, tidak dipungkiri ba¬nyak orang seperti kakek yang me¬¬lakukan kegiatan ritual di be¬ringin putih itu membuat pohon itu menjadi tempat angker karena se¬ngaja dikeramatkan. Misalnya, orang-orang desa kalau mau me¬ngadakan upacara mantenan se¬lalu menaruh sesaji agar sang da¬nyang penunggu itu tidak meng¬anggu atau agar danyang pe¬nunggu mau mengabulkan per¬mintaan mereka.

Namun suatu kali ayah beren¬cana menebang pohon beringin itu. Ia akan menjualnya ke lu¬ar negeri karena ia mendapat pe¬sanan kayu beringin putih untuk ba¬han kerajinan merchandise di Amerika. Pohon beringin yang tua seperti di kebun kami di¬per¬kirakan sangat mahal har¬ganya, bisa sampai ratusan juta rupiah.

“Malah ini akan mengusir para orang tua bodoh yang senang ber¬buat musrik ke pohon itu,” kata ayah meminta dukunganku ka¬rena beberapa orangtua su¬dah men¬cium rencana ayah dan me¬ngadakan penolakan, ter¬¬masuk kakekku dan orang-orang di se¬kitar. Lanjutkan membaca

Fragmen Senja

1/
ada banyak kabar dari berbagai peristiwa
terkadang samar dan jauh dari kebenaran
para ulama menghasung untuk tabayun, mendengarkan
dengan seksama kecuali dari mulut orang fasiq,
karena kedatangan orang fasiq adalah kedustaan dan perpecahan
ada banyak kabar yang sengaja disebar dari satu peristiwa yang sama
lain pembawa berita lain pula ceritanya
lantas si tolol pun bersengketa karenanya
siapakah yang benar dan siapakah dalangnya
hanya beberapa alim saja mendapat berkahnya
dan berkata bahwa sebaik-baik kabar dari orang fasiq adalah mengingkarinya

2/
rindu seperti duri ikan yang kau telan
mengganggumu hingga tak bisa menikmati makanan
tapi rindu bisa menjelma seperti ikan
berenang-renang di dadamu dan membuat sesak karenanya
lantas berenang ke kepalamu membuatmu tak bisa tenang
rindu bukan seperti penyakit panu
yang membuatmu malu bila si fulan tahu
rindu adalah anak ajaib yang kaupelihara
ia tak pernah minta roti dan nasi padamu
tapi setiap hari bertumbuh besar dan raksasa
hingga suatu kali akan mencekikmu kalau kau tak menuruti
adalah abu nawas dan bukan MUI suatu kali berfatwa tentangnya
“Sesungguhnya dia adalah penyakit yang berbahaya. Segeralah pergi ke dokter spesialis dan minta obatnya.” Lanjutkan membaca