Arsip Bulanan: Agustus 2012

Filantropi Ramadhan dan Karnaval Pengemis Indonesia

dimuat di harian Joglo Semar 24/8

Seandainya seseorang mencari kayu bakar dan dipikulkan di atas punggungnya, hal itu lebih baik daripada kalau ia meminta-minta kepada seseorang yang kadang-kadang diberi, kadang pula tidak (Hadits)

Setiap anak manusia tidak akan mau jika dikatakan sudah takdir mereka menjadi pengemis. Dalam KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) pengemis adalah seseorang berpakaian compang-camping yang merendah-rendah kepada orang dengan harapan agar diberi atau seseorang yang fakir yang menghidupi dirinya dengan jalan meminta-minta kepada orang lain.
Dalam Islam, menjadi pengemis tidak diharamkan. Sebaliknya kita akan menemui pengharaman (baca: penolakan) kepada pengemis semisal di beberapa perumahan yang menuliskan tebal-tebal dengan cat merah dan huruf kapital besar di pintu-pintu rumah mereka : PEMULUNG, PENGAMEN DAN PENGEMIS DILARANG MASUK!
Di bulan Ramadhan para pengemis bermunculan bak cendawan di musim hujan. Bagi mereka bulan Ramadhan adalah ‘bulan keberkahan’. Filantropi Ramadhan menjadikan kantong uang mereka cepat penuh daripada hari biasa. Namun sialnya di bulan Ramadhan ini ada juga para pengemis jadi-jadian. Jumlah sindikat pengemis ini tak kalah banyak dengan pengemis asli. Indikasinya mereka lebih senang bergerombol, badan sehat tetapi memaksakan kehendaknya pada korban (baca: pejalan) dengan raut muka memelas, menjadikan anak-anak kecil atau balita sebagai senjata agar dibelas kasihani. Mereka muncul di perempatan jalan, atau di beberapa tempat umum, semisal di Masjid Agung atau di tempat ziarah orang suci atau para wali.
Untuk sindikat pengemis itu mereka datang dan pergi secara terorganisir Bahkan sebelum beraksi mereka akan dirias dan diajari berakting agar meyakinkan di hadapan para korban. Kasihan para pengemis yang asli, tak jarang mereka kalah bersaing. Konon beberapa pedagang tasbih di sebuah masjid agung karena tak laku dagangannya, alih profesi menjadi pengemis. Alih-alih sedih mereka lebih senang menjadi pengemis karena penghasilan dari mengemis lebih banyak ketimbang berjualan tasbih. Lanjutkan membaca

Lomba Karya Tulis Ilmiah Islami 2012

NSAID merupakan akronim dari Nuru Syifa Islamic Index yang merupakan sebuah lomba karya tulis ilmiah islami dan essai yang diadakan oleh LKI Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya. Kegiatan ini bertemakan “Medicine Exploration based on Quran and Hadist as a Preventive Method of Medical Problems”. Kegiatan ini ditujukan bagi mahasiswa muslim civitas akademika kesehatan Indonesia yang berlokasi di Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara. Adapun sub tema untuk masing-masing lomba adalah sbb :

LKTII

Pengembangan Ilmu Kedokteran Klinis Khususnya dalam Bidang Neurologi tentang Manfaat Wudhu yang Benar serta Pengaruhnya terhadap Pusat Syaraf.
Pengaruh Sholat dan Dzikir dalam Bidang Ilmu Endokrinologi Serta Aplikasi Klinisnya.
Aplikasi Klinis Prevensi Dini dalam Bidang Psikiatri yang Erat Hubungannya dengan Dzikir dalam Kontrol Diri Seorang Muslim

Essai

Peran mahasiswa Kesehatan Muslim untuk Menjadikan Wudhu, Sholat, dan Dzikir sebagaii Kegiatan/Kegiatan Positif untuk Menunjang Kesehatan Jasmani.
Kontribusi Mahasiswa Kesehatan Muslim sebagai Pioner Gerakan Wudhu, Sholat, dan Dzikir untuk Mensukseskan Program Pemerintah.
Langkah Konkrit Mahasiswa Kesehatan Muslim untuk Menyebarkan radius Kebaikan dengan Membiasakan Diri dan Orang-orang Sekitar untuk Melakukan Wudhu, Sholat, dan Dzikir.

Ketentuan Peserta:

Peserta dapat merupakan kelompok (dalam 1 tim beranggotakan 3 orang ) bagi yang mengikuti lomba Karya Tulis Ilmiah Islam dan merupakan perseorangan bagi yang mengikuti lomba esai.
Setiap peserta diwajibkan mengisi formulir di bit.ly/formNSAID. Pendaftaran dan pembayaran peserta mulai tanggal 1 Juli-20 Agustus 2012, dengan nominal sebesar Rp 40.000 untuk KTII dan 30.000 untuk essai
Prosedur Pendaftaran:

Setiap peserta diwajibkan mengisi formulir pendaftaran di www.bit.ly/formNSAID . Pendaftaran dan pembayaran peserta mulai tanggal 1 Juli-20 Agustus 2012 :
Membayar biaya pendaftaran ke rekening panitia NSAID 2012 : 144-00-1256605-6 a.n Irma Afifa di bank Mandiri. Pada slip setoran bank dicantumkan “ Pembayaran Lomba KTII NSAID 2012” untuk lomba KTII dan “Pembayaran Lomba Esai Islami NSAID 2012” untuk lomba esai.
Mengirimkan bukti pembayaran (scan slip setoran bank) dan formulir pendaftan via email ke alamat email :lombaNSAIDFKUB2012@gmail.com
Dengan subjek : Lomba (KTII/Esai pilih sesuai yang dikirim) – nama – 3 kata awal judul
Setelah melakukan pembayaran dan mengirimkan formulir pendaftaran via email konfirmasi ke Abdullah Karim 085642179971 atau Fitria Ummu Habibah 085790252872.
Peserta mengirim SMS konfirmasi kepada Karim 085642179971 atau Fitria Ummu Habibah 085790252872dengan format SMS : Nama ketua Kelompok (spasi) asal Universitas/ Institusi
Biaya pendaftran 40.000 untuk LKTIA dan 30.000 untuk esai Islami.

HADIAH
Juara LKTI
Juara 1= Rp 1.000.000,- + sertifikat nasional
Juara 2= Rp 750.000,- + sertifikat nasional
Juara 3= Rp 500.000,- + sertifikat nasional
Juara Esai
Juara 1= Rp 750.000,- + sertifikat nasional
Juara 2= Rp 500.000,- + sertifikat nasional
Juara 3= Rp 250.000,- + sertifikat nasional
Adapun Finalis LKTII akan diundang menuju kota Malang dan berkesempatan untuk jalan-jalan sekaligus mengembangkan ilmunya. Untuk keterangan lebih lanjut dapat membuka blog NSAID dengan alamat http://www.nsaid-fkub2012.blogspot.com/. Jangan lupa follow twitter kami di NSAID FKUB dan join grup facebook kami, lomba NSAID. Syukron Jazakumulloh Khoir.
CP : ikhwan : 08564217997 (akh Karim)
akhwat : 085790252872 (ukh Fitria)

Lomba Penulisan “Bahasa Indonesia dan Kita”

Dalam rangka Bulan Bahasa (Oktober) 2012, harian Kompas mengajak semua Kompasianer berbagi pengalaman seputar penggunaan bahasa Indonesia. Mari mencintai bahasa Indonesia dengan meramaikan lomba menulis bertema “Bahasa Indonesia dan Kita” di Kompasiana.

Syarat dan ketentuan lomba:

Lomba terbuka bagi Kompasianer dan umum. Peserta umum dipersilakan membuat akun Kompasiana untuk mengirimkan karya.Tulisan tidak melanggar Ketentuan Konten Kompasiana.

Tulisan menggunakan bahasa Indonesia yang baik.

Peserta wajib mencantumkan tag “bahasadankita” (tanpa tanda kutip).

Tulisan yang dikirimkan bersifat baru, belum pernah dipublikasikan di media lain,
dan karya orisinal pemilik akun.

Jumlah tulisan tidak dibatasi.

Lomba tertutup bagi karyawan Kompas Gramedia dan keluarganya.

Keputusan dewan juri tidak bisa diganggu gugat.

Dewan juri:

Bambang Sigap Sumantri (Wakil Redaktur Pelaksana Kompas)

Tri Agung Kristanto (Kepala Desk Nusantara Kompas)

Pepih Nugraha (Managing Editor Kompas.com)

Lomba menulis ini dilaksanakan 10 Agustus-25 September 2012. Tulisan dengan tag lomba yang dikirimkan di luar periode tersebut tidak akan dinilai. Nama-nama pemenang akan diumumkan pada 18 Oktober 2012 di lembar Freez harian Kompas, Kompasiana, dan Kompas.com. Karya pemenang I-III akan dimuat di lembar Freez pada hari yang sama.

Tersedia hadiah menarik berupa uang tunai, piagam, dan suvenir untuk Kompasianer yang karyanya terpilih sebagai pemenang.

Pemenang I : Rp 5.000.000, piagam, dan suvenir Kompas

Pemenang II : Rp 3.500.000, piagam, dan suvenir Kompas

Pemenang III : Rp 2.000.000, piagam, dan suvenir Kompas

Hadiah hiburan : 10 paket suvenir Kompas dan voucer Toko Buku Gramedia @ 250.000

Pemenang lomba yang berdomisili di Jabodetabek akan diundang dalam penyerahan hadiah pada 20 Oktober 2012 bersamaan dengan seminar bahasa di Gedung Kompas Gramedia, Jalan Palmerah Barat Nomor 33-37, Jakarta Pusat. Bagi pemenang di luar Jabodetabek atau yang berhalangan hadir, hadiah akan dikirim.

Untuk keterangan lebih lanjut, hubungi:
retma.wati@kompas.com
nanik.dwiastuti@kompas.com
amin.iskandar@kompas.com

Lomba Artikel Solo Pos

SOLO—Harian Umum SOLOPOS bekerja sama dengan Bank Indonesia (BI) Solo menggelar lomba penulisan artikel untuk umum bertema Soloraya Sukses Bersama mulai 27 Juli-27 Agustus 2012.

Lomba yang digelar untuk memperingati HUT ke-15 SOLOPOS dan peringatan ke-59 BI Solo ini menyediakan hadiah masing-masing untuk pemenang pertama Rp2,5 juta, pemenang kedua Rp1,5 juta dan pemenang ketiga Rp1 juta. Tak hanya itu, artikel ketiga pemenang juga akan dimuat di harian SOLOPOS.

“Sengaja kami pakai tema Soloraya Sukses Bersama karena menurut kami kawasan ini bisa maju jika semua pihak maupun stakeholders saling bekerja sama. Kami berharap lomba ini bisa memunculkan ide-ide segar, kreatif dan orisinal dari masyarakat mengenai pembangunan yang terbaik untuk Soloraya agar bisa maju bersama-sama,” ujar Koordinator Acara HUT ke-15 SOLOPOS, Rini Yustiningsih kepada Solopos.com, Minggu (29/7/2012).

Mengenai teknis pelaksanaan lomba, Rini menjelaskan masing-masing peserta boleh mengirimkan maksimal satu artikel asli dan bukan jiplakan dengan panjang tulisan 4.500-5.000 karakter atau 700-750 kata.
Naskah artikel, lanjut Rini, disertai softcopy di CD dan dicantumkan biodata singkat, nomor telepon yang bisa dihubungi serta fotokopi identitas diri yang masih berlaku.

“Tulis di sudut kanan Amplop Lomba Artikel dan kirim naskah ke Panitia HUT Ke-15 SOLOPOS, Griya Solopos Jl Adisucipto 190 Karangasem, Solo 57145,” jelas Rini.

TV FREE DAY


dimuat di Joglosemar

Wacana ini tentu bukan latah karena ada car free day. Atau karena dorongan para pembenci sinetron yang gemes dengan aroma yang ditawarkan production house entertainment di media televisi Indonesia tercinta ini. Titik pijak ide ini, adalah survei bahwa referensi penelitian ilmiah menunjukkan referensi dari buku masih menjadi rujukan pertama, kedua adalah surat kabar atau koran, dan yang ketiga adalah internet. Ini menjadi pertanyaan mengapa Televisi dengan keragaman acara yang tinggi dan media video yang lebih atraktif masih dipertanyakan keakuratannya validitasnya dalam penelitian ilmiah?
Sekilas televisi menjadi sangat relevan dalam kehidupan kita. Televisi memberi segala macam informasi. Apa yang kita butuhkan ada dalam kotak bernama televisi itu. Dari iklan kecantikan, acara kesehatan, olahraga, ilmu pengetahuan, hiburan hingga tausyiah keagamaan. Pun ada yang khusus menjadi portal berita selama 24 jam kehidupan manusia. Apalagi di bulan romadhan, televisi ikut mewarnai hari-hari orang Indonesia dengan beragam acara religi, yang beberapa dipaksakan agar bisa sesuai dengan religiusitas romadhan, bulan untuk menggembleng diri, menahan hawa nafsu, namun fakta yang terjadi bisa sebaliknya, khususnya untuk sinetron-sinetron religi itu. Lainnya televisi hendak menjadi media kajian dan dakwah lewat tausyiah-tausyiah dari para ustadz dan kyai. Dan ironisnya, acara ini belum mampu menjadi acuan terbaik orang belajar agama, khususnya Islam. Tengok saja ketika jeda iklan, apa yang terjadi adalah paradok luar biasa. Nyaris tanpa filter dari produser acara. Adalah sangat tidak konsisten jika setelah mengaji ilmu tentang ayat hijab, lantas ada iklan yang centang perenang membuka aurat. Atau taruhlah kajian yang membicarakan tentang keutamaan shodaqoh, tetapi iklan yang ditampilkan adalah anjuran konsumerisme yang tanpa batas. Bukankah seperti itu yang terjadi di televisi kita sekarang?
Dalam seminar sehari, media dalam wawasan kebangsaan di Karanganyar, seorang dosen Fisip UNS, yang biasa menggawangi acara Jagongan Sar Gedhe di televisi lokal di Solo ini, memaparkan kegiatan televisi yang telah menjadi kemestian dalam rumah kita. Tidak hanya tatkala kita membutuhkan hiburan dan informasi, namun ketika kita sedang terluang dari kegiatan apapun, ternyata berada di depan televisi menjadi sebuah pilihan kegiatan yang lebih sering kita lakukan dalam era sekarang ini. Sadar atau tanpa sadar, diri bertumbuh kembang dengan televisi sebagai input akan beragam hal. Namun televisi tidak hanya membuat pintar, tapi kadang membuat cemar. Pilihan yang beragam yang lebih membuat kita tercerabut dari orientasi dan prioritas dari beragam iklan televisi, atau tampilan yang terlalu seronok yang membiaskan akan inti dari keberbutuhan kita yang membutuhkan jawaban.
Senang atau tidak senang, televisi telah berada di sekitar kita dengan beraneka jualan yang terus memborbardir. Penonton bukanlah orang yang punya otoritas akan tontonan itu. Sebaliknya ia adalah korban dari apa yang dijejalkan oleh televisi. Diri kita dibentuk oleh televisi baik fisik maupun psikis. Lanjutkan membaca

Pemimpin Amanah; Solusi Krisis Kemiskinan Bangsa Indonesia

dimuat di majalah Respon MTA


“Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh- sungguh akan menjadikan mereka berkuasa dimuka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentausa. mereka tetap menyembahku-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan aku. dan Barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, Maka mereka itulah orang-orang yang fasik.” (Q.S. An Nuur: 55).
Kemiskinan seolah menjadi jati diri bangsa Indonesia ini. Ketidakmampuan dalam memenuhi kebutuhan dasar yaitu kebutuhan pangan manupun non pangan, khususnya pendidikan dasar, perumahan dan kebutuhan transportasi inilah yang biasa kita sebut dengan kemiskinan absolut.
APBN-P 2011 sebesar Rp. 1.321 triliun meningkat Rp. 279 triliun. Namun utang pemerintah juga meningkat. Dari statistik Utang Kemenkeu, per Oktoboer 2011 utang pemerintah mencapai Rp. 1.768 triliun. Maka 20% dari APBN pun habis hanya utang membayar utang dan bunganya. Diperkirakan, tahun 2011 angka pertumbuhan 6,5 % dan PDB mencapai US$ 752 miliar.
Di sisi lain, berdasarkan data BPS tahun 2011 terdapat 8,12 juta orang menganggur. Sementara data Kadin, justru ada tambahan 1,3 juta penganggur tiap tahun. Sebab tambahan lapangan pekerjaan hanya 1,61 juta sementara tambahan tenaga kerja baru mencapai 2,91 juta orang (Republika, 15/12).
Angka kemiskinan pun tetap tinggi. Berdasarkan data BPS tahun 2011 di negeri ini ada 30 juta orang miskin dengan standar kemiskinan yaitu, pengeluarannya kurang dari 230 ribu /bulan. Apalagi kalau menggunakan standar Bank Dunia (pengeluaran kurang dari US$ 2 perhari) maka ada lebih dari 100 juta orang miskin di negeri ini.
Diagnosis sebab kemiskinan amat beragam, di Jawa kemiskinan terutama disebabkan kepemilikan tanah yang terbatas, bahkan banyak diantara petani yang tidak mempunyai tanah dan hanya menjadi buruh tani. Lanjutkan membaca

NOMINATOR LOMBA INSPIRASI GALAXY CINTA (FINAL)

dicopy paste dari sini

Berikut hasil penjurian lomba cerpen Inspirasi Galaxy Cinta Part 1 Tahap 3. Maka, secara keseluruhan ada 196 naskah lolos seleksi periode ini dan berhak mengikuti seleksi Part 2. Seleksi Part 2 kembali akan menyaring naskah-naskah cerpen yang sudah lolos hingga masuk kategori Rating Tertinggi versi Dewan Juri untuk kemudian diambil sekitar 50 naskah terpilih dan akan dibukukan. Dari hasil itu, tidak menutup kemungkinan, akan ada satu tahap seleksi Dewan Juri yang lebih ketat hingga mendapatkan 5 naskah finalis. Kelima naskah inilah yang akan dijurikan secara terbuka melalui proses voting. Sebanyak 3 naskah terfavorit akan dipilih untuk mendapatkan hadiah utama 1 Samsung Galaxy Tablet dan 2 Blackberry.

So, selamat buat yang sudah terpilih pada tahap ini dan jangan menyerah buat yang belum lolos. Semangat!

Peserta Part 1 Tahap 3

1. Angel of River
2. Angelo Pasienku
3. Cinta yang Baik
4. Janin si Janine
5. 7 Years Promise
6. 25 Hari
7. A15-A16
8. Aku Jatuh Cinta padamu Lebih dari Sekali
9. Aku Masih Punya Kakak dan Rendi
10. Anna Jo
11. Another Vero
12. Chocolate Smile
13. Danarhadi Syailendra
14. Dari Balik Jendela
15. Dari Secarik Kisah
16. Dear Dad
17. Definisi dari Beringin Tua
18. Demi Raisa
19. Demi Secuil Cita
20. Der Liebe Fur Naira
21. Derasnya Sungai Nil
22. Detak Penuh Kasih
23. Di Antara Tanah Basah dan Kaca Jendela
24. Di Senja Laut Belawan
25. Di Sudut Stasiun, Suatu Malam
26. Halte Kesunyian
27. Hamdim Pistim Yandim
28. Hanya Kamu
29. Hujan dalam Kemasan
30. I Told You I Wanna Die
31. I Want to be Your Mistress
32. Jujurnya Jujur
33. Kamu juga Anakku
34. Kamu Tempatku Kembali
35. Kamuflase Cinta
36. Kamus Dorlan
37. Mawar Putih untuk Ibu
38. Memangnya Kenapa
39. Memori Bangku Kayu
40. Mencari Agus
41. Mengapa Harus Aku Tuhan
42. Menggigit Pisau dan Menelannya
43. Menghilangnya Sahabatku
44. Menjemput Tata
45. Mimpi Anak Lumpur dan Sepatu Bolanya
46. Nama di Penghujung Bulan
47. Opini Opini
48. Picture of Us
49. Purnama di Pelataran
50. Puzzle (Eni)
51. Queens Bridge
52. Samba
53. Sang Nareswari
54. Sebuah Pesan Tanpa Judul
55. Secangkir Kopi yang Tidak Bisa Diminum
56. Sekotak Hati
57. Sisakan Tangismu untukku
58. Tanda Mata

Lanjutkan membaca