Arsip Bulanan: Januari 2015

Karanganyar (belum) Maju dan Berbudaya

index
dimuat di joglosemar Slogan ‘Karanganyar Maju dan Berbudaya’ memberikan dorongan dan konsistentensi yang kuat untuk membentuk perilaku positif. Mungkin “Maju dan Berbudaya” menegasikan slogan sebelum Karanganyar Tentram, yang lebih identik dengan stagnan, dan kurang progresif. Karanganyar berbenah di era kepemimpinan YU-RO (Yuliatmono dan Rohadi Wibowo). Kemajuan infrastruktur menjadi ukuran yang ingin ditampilkan dari di bidang pembangunan, terutama jalan dan berbagai tempat publik. Peremajaan gedung-gedung diagendakan sebagai bagian dari modernisasi wajah Karanganyar. Relokasi pasar Jumat yang kemarin menimbulkan penolakan tetap dijalankan demi pembangunan ke arah kemajuan dan maslahat kota Karanganyar, yang kini diwujudkan dengan open space di sekitar alun-alun Karanganyar. Masyarakat Karanganyar pasti mengamini kalau pemimpin kali ini adalah tipe yang gigih ingin memajukan pembangunan Karanganyar. Pun, slogan berbudaya getol dicanangkan Karanganyar. Perlindungan terhadap cagar budaya dengan menggelar pameran cagar budaya yang digelar pada acara milad Karanganyar kemarin. Rencana pembangunan sekolah pariwisata yang bernilai 4 milyar yang kelak akan menjadi jualan kota Karanganyar yang berada di lereng gunung Lawu, yang banyak memiliki aset pariwisata, yang tentu kelak akan menambah pemasukan pendapatan daerah. Dan Karanganyar masih memiliki banyak tempat wisata indah lainnya yang tentu saja menuntut perhatian pemerintah Kabupaten untuk merawat dan tidak rusak berbagai kepentingan oknum yang opurtunis. Pujian akan tetap ada untuk YU RO dan kritikan masih akan terus berlangsung selama keduanya memimpin Karanganyar –minus pro kontra kepemilikian tempat wisata Grojogan Sewu yang masih belum kelar dan plagiatisme logo Karanganyar Maju dan Berbudaya yang menjiplak SEA Games ke-26 yang dilaksanakan di Palembang. Lanjutkan membaca

Tragedi Rok Mini

images
Ratna buru-buru melepas jilbab yang ia kenakan, ia masukkan dalam tas. Jilbab itu hanya akan menutupi rambut yang lurus indah yang baru saja ditreatment paling mahal di salon. Apalagi sebentar lagi Hengki datang menjemputnya.

Ya, Hengki adalah seorang pekerja advertising sukses. Gajinya setiap bulan puluhan juta. Ratna sudah jatuh cinta kepada Hengki sejak SMA. Dan sekarang Hengki mau mengajak makan malam. Ini sungguh kebahagiaan luar biasa untuknya. Kalau Hengki nanti tidak nembak duluan, ia tak akan malu menyatakan cinta padanya, putus Ratna.

Mobil Avansa itu berhenti tepat di depan Ratna. Ratna mengembangkan senyuman. Hengki yang tampan itu turun dari mobil seperti sesosok pangeran dalam sinetron.

“Maaf, sudah lama nunggu?” tanyanya penuh simpati membuat Ratna melambung.

“Ah, nggak. Baru aja kantor selesai kok,” jawab Ratna dengan tetap memasang senyum.

Tak apa sedikit berbohong. Padahal sudah setengah jam lalu kantor tutup.

Hengki dengan gentleman membuka pintu mobil, membiarkan Ratna masuk. Di dalam mobil Ratna masih diam, tapi tangannya sesekali menyentuh rambut yang tergerai indah itu.

Hengki memperhatikan itu. “Tumben jilbabnya dilepas.”

“Ah, iya. Sekarang cuaca kan panas sekali. Pasti ini karena global warming ya.”

“Oh, gitu. Tapi bagus kok kalau dibiarkan tergerai seperti itu. Kamu cantik.”

“Ah, biasa saja kok.”

Sebenarnya batin Ratna melambung ke langit ke tujuh.

“Betul. Sumpah deh.” Hengki bersikeras, membuat Ratna makin melambung ke langit ke delapan. Ia tersenyum menatap ke depan, dan merasa makin senang ketika Hengki memegang jemari tangannya lalu dicium tepat mulutnya. Bagi wanita artinya itu adalah pengaguman tingkat tertinggi terhadap wanita.
Lanjutkan membaca