Arsip Bulanan: Maret 2015

Wajah Kemiskinan

images

Dokter Jarwo sedang memeriksa seorang pasien di bilik yang bersekat kain berwarna gelap itu saat seorang perempuan tua tiba-tiba datang menyeruak kain itu dan terbata-bata berkata kepadanya.

“Tolong dokter, anak saya….anak saya akan segera melahirkan. Saya minta bantuannya dokter.”

Tapi dokter Jarwo tak menanggapi segera orang tua itu. Ia menengok pada asistennya, seorang suster yang kemudian segera tergesa minta maaf pada dokter Jarwo atas ketelodorannya.

“Suster tadi ngapain saja? Aku tak mau mentolerir pengganggu saat sedang praktek.”

“Maaf, dokter, saya kecolongan. Sebelumnya dia sudah saya tahan; saya katakan kalau dokter sedang memeriksa pasien; tapi dia memaksa.”
“Sudah, sudah cepat bawa dia ini keluar ke ruang tunggu.”

Pandang mata dokter Jarwo tak melihat sama sekali akan perempuan tua yang digelandang perawat pembantu itu menuju ke ruang tunggu. Dari luar bilik tedengar cekcok antara suster dan perempuan tua itu. Sejenak dokter Jarwo menghela napas, minta maaf kepada pasien hamil yang sedang berbaring di ranjang untuk gangguan sebentar itu.
Pemeriksaan berlanjut. Lanjutkan membaca