Arsip Bulanan: Desember 2017

Balada Si Jantre Polan yang Dibakar Massa

Dimuat di koran Haluan

Jantung Sanyoto berdebar kencang melihat lelaki itu menginjakkan kaki di kios cukurnya. Sanyoto menelan ludah. Tenggorokannya kering tiba-tiba. Lelaki itu menatap gambar model potongan rambut di sebelah kaca besar seperti sedang memilih.
Ya, semua orang di pasar kenal dengan lelaki ini. Jantre Polan bromocorah pembantai berdarah dingin. Masih ingat Sanyoto saat lelaki itu menyilet telinga kacungnya sendiri. Dulu juga dia yang pertama kali menyiram bensin seorang pemabuk yang membuat onar. Padahal pemabuk itu seorang residivis yang disegani.

“Tidak ada yang mau dicukur, kan?”

Sanyoto mengangguk. Kata-kata sukar keluar dari lidahnya. “Ya, pak. Nggak ada sama sekali.”

Jantre Polan duduk akhirnya. Dan Sanyoto reflek menyelimutkan kain besar berbahan mori itu di pundak Jantre Polan.

“Mau potong gimana pak?” Sanyoto inisiatif bertanya.

Jantre diam. Sanyoto melirik ke mata tajam yang memandang dirinya di cermin itu. Diam tak ada jawaban.

“Kamu bisa adzan kan?”

“Apa pak?”

“Kamu bisa adzan?” ulang Jantre.

Sanyoto hampir tertawa. Ia tak paham pertanyaan itu. Tapi, ia takut untuk tertawa.

“Maksudnya pak?”

Lanjutkan membaca