Arsip Tag: asu

Elegi Cinta Aku, Kau, dan Dia

dimuat di Antologi Cerpen Guru Balai Bahasa Jawa Tengah

Aroma parfummu masih tertinggal di bantal ini. Mengekal di ruang kamar yang tak sepenuhnya engkau tinggalkan benar. Hanya terdengar tik tok jam dalam keheningan tunggal tatkala kumembuka mata pagi ini. Rasa kopi yang masih pula tertinggal di bibirku dari tiga gelas cangkir kopi yang kau seduhkan semalam, yang kutandaskan dalam perbincangan kita tentang novel Sandra Cisneros itu.

Sedetik ini aku ingin menelponmu. Mengatakan sebuah lintasan pikiran tentang novelis kenamaan Amerika latin itu. Tapi tatkala kuraih handphone di tempat ia seharusnya berada, ternyata tempat itu kosong.

“Aku mau membelikan sandal yang baru buat Kasyfa besok,” ujarmu semalam. “Aku ingin mengajaknya ke pasar Beringharjo. Mengajaknya melihat-lihat suasana pasar tradisional.”

“Menurutku itu ide menarik. Pasar tradisional harganya murah dan kualitasnya tak kalah.”

“Tidak, sebenarnya bukan soal itu. Aku ingin mengajaknya melihat kerumunan orang biasa. Biar ia merasakan kebersamaan dengan mereka. Aku ingin Kasyfa kelak selalu hadir bersama orang-orang kecil.”

Aku selalu terpukau dengan perkataanmu. Sesuatu yang unik dan tulus selalu muncul dari dalam hatimu. Lanjutkan membaca