Arsip Tag: hujan desember

Hujan Bulan Desember

Hujan tak berhenti turun sejak semalam. Genangan air di halaman makin meninggi. Alamat mungkin selokan di depan rumah meluap. Namun yang merisaukanku bukan tentang kemungkinan banjir di komplek perumahan jika hujan deras di bulan-bulan Desember seperti ini. Adalah rasa dingin dan senyap yang dikirimkan oleh hujan. Perasaan tidak nyaman. Kesendirian yang berat. Harapan-harapan yang tersangkut dalam jaring laba-laba besar karena kepala memikirkan banyak hal sekaligus.

Aku tak berencana untuk mengakhiri kenestapaan ini. Sebagai penulis kurasa memang aku telah terbiasa menghadapi hal-hal yang tak menyenangkan. Ini berlangsung lebih dari lima belas tahun. Karya tulisan lebih banyak yang tersimpan di komputer daripada dimuat di media massa. Alih-alih beberapa hal yang menyenangkan bukan datang dari riwayat penulisan itu sendiri. Tetapi, aku tak hendak menceritakan bagaimana detail soal itu. Kau akan memahami hal ini jika melakukan seperti aku lakukan. Seperti orang tuaku yang tak paham dengan hidupku yang lebih memilih sebagai penulis.

Mereka mengeluh tentang hidupku yang tak keruan. Mereka meminta aku agar memilih pekerjaan yang bagus. Sebuah pekerjaan yang benar-benar bisa membuatku hidup mapan. Mereka akan melakukan apa saja untuk itu. Siap membantu koneksi dan tetek bengek lainnya.

Namun, sebenarnya mereka sedang membuat tembok yang tinggi denganku. Sebuah hal kesia-siaan yang tak menyenangkan. Jadi inilah kesepian yang bertambah dibawa oleh hujan. Membasahi hatiku. Menenggelamkanku dalam kerisauan yang kejam. Terkadang rokok dan minuman yang masuk ke dalam lambungku seakan hanya sebuah pelarian sekilas. Hampa dan tak bermakna. Toh, ia tak akan bisa mengubah apapun. Atau taruhlah orang tak seharusnya bergantung pada dua hal ini: rokok dan minuman. Lanjutkan membaca